Kamis, 10 Mei 2012

Jodoh ada di tangan tuh…kan, ditikung orang kan.

Biar dikira orang normal, tulisan pertama yang akan saya tulis di sini bertemakan cinta.
Yoi, cinta. Hal yang udah pasti dirasain sama semua orang di dunia. Sebenernya, definisi cinta itu sendiri luas. Berikut, definisi cinta yang udah saya kumpulin dari beberapa sumber:

suka sekali, sayang benar
       Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),

“Segala sesuatu yang dirasa mampu membuat seseorang untuk melakukan hal di luar nalar.”
Mamahnya Bona

“Alasan pembenaran untuk setiap pria meneteskan air mata”
Bona

“Cinta itu buta. Buta itu cakil. Cakil itu helm. Jadi, cinta adalah helm”
Stiker hitam putih di gerobak mas-mas baso bakar Ngarsopuro

“Cinta? Le anake Uya Kuya kae dudu mas? (Cinta? Yang anaknya Uya Kuya bukan, mas?)”
Bang Kirno, pedangang angkringan komplek

Nah, terserah kalian mau memaknai cinta itu seperti apa. Yang jelas, cinta itu ga pernah ribet. Selalu sederhana. Dan terkadang, cenderung mudah untuk ‘hinggap’ di perasaan seseorang. Kalau ga percaya, coba tanya @aurelhermansyah deh.

Ngomongin cinta, tentu belum sah kalo kita belum ngomongin prosesnya. Biasanya sih, orang nyebutnya jatuh cinta. Jatuh cinta, kalo kata Titiek Puspa sih berjuta rasanya. Tapi kalo kata Efek Rumah Kaca, jatuh cinta itu biasa aja. Kalo saya sih, ngambil tengah-tengahnya aja. Ga terlalu istimewa banget, tapi ya ga terasa biasa juga. Menjadi ga terlalu istimewa, karena semua orang pasti pernah ngalamin. Ga terasa biasa, karena untuk jatuh cinta dengan sesuatu / seseorang, pasti butuh proses. Ya kalo boleh disebut, jatuh cinta itu hal biasa yang terkadang dirasa istimewa.


Ah, tenane Bon?
                                                         
Entah berapa kali saya jatuh cinta. Baik ke seseorang, maupun ke sesuatu. Dan dalam proses menuju itu (re: jatuh cinta), pasti selalu terasa menyenangkan. Gatau kenapa. Saya ambil contoh, katakanlah ketika saya jatuh cinta kepada seorang wanita. Pasti sebelum mendeklarasikan diri kalo saya ‘jatuh-cinta-kepada-dia’, saya pasti selalu mendekatkan diri dengan segala hal yang berkaitan dengan dia. Semisal dia adalah seorang pecinta buku, pasti saya akan mencoba mengetahui buku seperti apa  yang dia suka, seberapa besar pengaruh buku yang dia baca terhadap kepribadiannya, siapa penulis yang dia kagumi, dan seterusnya, dan seterusnya. Mau ga mau mencoba mendekatkan diri pada sesauatu yang baru, itulah yang menyenangkan.

Namun, tak selamanya proses jatuh cinta berlanjut ke jenjang yang lebih jauh. Ada yang berawal dari kata, lalu saling jatuh cinta, kemudian menjadi ‘kita’. Ada pula yang hanya bisa jatuh cinta, tanpa tahu, kemudian harus berbuat apa. Ya, seringkali saya mengalami opsi yang kedua. Dan itu tidak melulu menyenangkan.

Mengharapkan sesuatu yang lebih, setelah kita menaruh ‘rasa’ kepada seseorang memang wajar. Namun, ada baiknya juga kita perlu belajar, bahwa ada juga seseorang yang Tuhan kirimkan kepada kta, hanya untuk sekedar ‘dikagumi, kemudian dimiliki & dibawa pergi orang lain’. Yah, pahit memang. Terkadang, seseorang bisa menjadi sangat ahli ketika bergelut dengan perkara ‘mengagumi’. Namun, seketika ia juga bisa menjadi amatir, ketika berlanjut ke perkara ‘mengungkapkan’.

Ini cuma blog biasa, bukan video ESQ yang harus kalian ambil hikmahnya, dari setiap apa yang kalian lihat. Tapi ada baiknya setelah membaca tulisan saya ini, kalian menjadi lebih mempunyai nyali ketika sedang berada di proses jatuh cinta. Sulit memang. Namun, bukankah tak ada salahnya untuk selalu mencoba? :))

Theme song: Romeo & Juliet, Tong Gleng Teng Gleeeeeeng ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar