Kamis, 10 Mei 2012

Hai, hallo.


Entah, ini blog keberapa yang sudah saya buat karena ketidakkonistenan saya dalam bidang tulis-menulis. Mungkin, bukan perkara yang terlalu sulit bagi sebagian orang untuk menulis, namun untuk mengumpulkan niat & kekonsistenan, tidak semua orang mampu. Pun dengan saya.  Jadi, jangan terlalu berharap bahwa blog ini akan berumur panjang. Tapi insya allah, dengan segenap jiwa dan raga, saya akan terus berusaha ‘ora aras-arasen’ untuk menulis. Semoga.

Oh iya, boleh saya memperkenalkan diri?

Perkenalkan, nama saya Bryan Barcelona. Banyak orang yang mengira saya terlahir di kota Barcelona, Spanyol, padahal bukan. Saya adalah seorang anak, yang jadi korban fanatisme sepakbola orang tua. Yah, kalian bisa lihat sendiri lah nama belakang saya. Tapi saya sering bersyukur, tim sepakbola yang ayah saya sukai adalah Barcelona, sehingga nama saya jadi sedikit terdengar keren jika dilafalkan orang seseorang. Bisa kalian bayangkan, kalau saja orang tua saya adalah seorang supporter garis keras dari Persekapas Pasuruan. Mungkin, nama saya jadi Bryan Persekapas. Mungkin.

Dan itu sama sekali ga keren.

Kebanyakan teman, memanggil saya Bona. Entah, apa alasannya. Tapi yang pasti, kalau kalian berkenalan dengan saya, dan kemudian sudah menyiapkan kelakar “Hai Bona, Rong-Rongnya mana?”, percayalah, kalian bukan satu-satunya orang yang sudah mengatakan hal itu kepada saya.  Sumpah demi penguasa bumi dan surga, saya bosan mendengar kelakar seperti itu sejak SD. Jadi, mohon pengertiannya supaya jangan diulang. Terima kasih.

Karena belum menginjak kepala 2, maka dengan senang hati saya akan menyebutkan umur saya di sini. Ya, saya masih berumur 19 tahun. Saya adalah mahasiswa semester 4, jurusan ilmu komunikasi di Universitas Sebelas Maret, Solo. Saya pun tumbuh dan [akhirnya menjadi sedemikian] besar, di kota ini, Solo.  Saya bersyukur sekali, tinggal di kota ini. Tidak terlalu besar, jauh dari hingar bingar dan segala macam keruwetan khas metropolitan, orang-orangnya sangat sederhana dan benar-benar ramah [untuk poin ini, jika kalian tidak percaya, silahkan tanya kerabat yang pernah berkunjung ke kota ini. Pasti mereka mengiyakan pendapat saya. Serius], dan mungkin akan jadi hal yang saya rindukan ketika sudah hijrah ke kota lain, kelak: Segala macam harga kebutuhan masih amat terjangkau. Sebagai contoh, bisakah kalian mendapat seporsi nasi, dengan 2 gorengan, sate, es teh, dan rokok hanya dengan 5 ribu rupiah? Mungkin bisa, namun di beberapa kota, sudah teramat jarang, Selain itu, dari segi fasilitas & pembangunan fisik, kota ini juga cukup memadahi. Tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya. Buat saya, Solo selalu bisa mengajarkan kesederhanaan dalam sebuah kemewahan. Lebih dari sekedar kota, [buat saya] Solo adalah sekolah kehidupan.

Ke depan, mungkin saya akan menulis apapun yang saya mau tulis. Dari perkara yang teramat penting, hingga perkara yang tidak lagi pantas disebut tidak penting, karena kadar ketidapentingan-nya sudah teramat besar. Yah, seperti kalimat yang baru saja kalian baca tadi.

Hmm, kurang nulis apa lagi ya?

Jangan sampai saya meracau, karena kehabisan bahan untuk menulis. Bisa-bisa, di sesi perkenalan ini, saya menuliskan ‘minuman favorit’ dan ‘makanan favorit’, layaknya data biografi anak SD, karena saking sudah tidak punya bahan lagi. Sekian.

Mengetahui,

Bryan Barcelona
NIP. 7927 6351 1173 84

Tidak ada komentar:

Posting Komentar